NADIA BLOG'S

Minggu, 14 Desember 2014 . 0 purple(s) .
Surat Kehati
Semua orang tak bisa mengerti keberadaan ku bahkan tak pernah peduli. Termasuk kau sang pencuri hati ku. Ku gugup hadapi dirimu, bahkan aku hanya bisa pasrah. Ku tak dapat bertahan dengan keberadaanmu yang selalu terbayang dalam setiap sisiku. Bahkan logika ku yang tlah berfikir panjang, seketika menjadi pendek. Tak dapat kau berkata iya tuk menerima ku. Sudah berulang kali kau sakiti aku, sudah sekian lama kau diamkan aku, tak kau buat ku sedikit tersenyum melihat soksok bayangan dirimu.
Kau pertahan kan kediaman mu. Kau biarkan aku seperti orang gila yang berbicara sendiri, tertawa, dan menagis sendiri. Seringkali kau ejek aku gila, tapi kau tak dapat pahami bahwa ku gila karena dirimu. Entah sekarang yang hidup ku kacau seperti ini, yang tak dapat diluruskan lagi, karena pikiran yang sangat berat yang ku tak bisa terimanya lagi. Beban sehari hari semakin berat tuk dijalan kan. Karena tak lagi diriku dulu yang selalu mencoba untuk bersabar. Takkan mudah lagi bagi ku tahan kesedihan dalam keadaan seperti ini.
Kau hilang dari hidup ku, kau tak ada waktu luang tuk bicara dengan bahasa ku. Kau rasa aku susah diajak bicara, aku tak bisa bicara selayak nya orang normal seperti dirimu. Aku tak bisa sendiri ajari bahasa ku  yang menurut ku rumit. Hidup ku yang tak lagi diinginkan oleh lingkungan. Tak ku bisa katakan maaf bagi orang yang telah merasa lelah bersama ku.
Tak hanya kau yang tidak suka padaku, melainkan semua orang yang membenciku. Setiap ejekan mu aku hanya bisa diam mengunci sang bibir yang menempel dibawah hidung ini.

Ku harapkan sebuah kesempatan darimu. Ku ajarkan pada diriku untuk sabar menerima semua. Kau meyakinkan ku bahwa aku tak dapat tuk bersamu apa lagi memilikimu.



to be continue.


Thanks for reading :)




. Newer Post